Guru mengajar
Menjaga Anak-Anak Kita di Dunia Maya: Catatan Kecil untuk Bapak/Ibu Guru SDN 016 Sagulung

Menjaga Anak-Anak Kita di Dunia Maya: Catatan Kecil untuk Bapak/Ibu Guru SDN 016 Sagulung

Halo Bapak dan Ibu Guru hebat di SDN 016 Sagulung!

Pernah tidak, saat jam istirahat atau di sela-sela kelas, kita melihat anak-anak asyik sekali mengobrol soal game online atau apa yang mereka lihat di TikTok? Memang, anak-anak kita sekarang sudah jadi “warga digital”. Tapi jujur saja, terkadang ada rasa khawatir: apakah mereka sudah tahu cara sopan santun di grup WhatsApp atau saat main bareng (mabar)?

Kasus cyberbullying itu nyata, dan seringkali bermula dari candaan yang “kebablasan”. Nah, supaya anak-anak kita di Sagulung tetap aman, yuk kita coba beberapa pendekatan yang lebih santai tapi kena di hati mereka:

  1. Dekati dengan Cerita, Bukan Ceramah

Anak-anak kita biasanya bosan kalau cuma diberi teori. Coba deh, sesekali saat pelajaran PKN atau Agama, kita selipkan cerita. Misalnya:

“Bayangkan kalau foto kita diedit jadi lucu-lucuan terus disebar di grup kelas, rasanya sakit hati nggak?” Mengajak mereka berempati jauh lebih mempan daripada sekadar bilang “Jangan mem-bully!”.

  1. Gunakan Bahasa keseharian

Sesuaikan contoh kasus dengan keseharian mereka. Kalau kita pakai bahasa yang terlalu tinggi, mereka nggak akan nyambung. Gunakan istilah yang mereka pakai saat ini (tapi tetap dalam koridor sopan). Ajak mereka paham kalau mengetik kata kasar di kolom komentar itu sama buruknya dengan berteriak di depan wajah orangnya langsung.

  1. “Screen Time” yang Bertanggung Jawab

Kita tahu banyak orang tua di lingkungan kita yang sibuk bekerja. Jadi, peran kita di sekolah adalah mengingatkan anak-anak: “Gawai itu buat belajar dan hiburan sehat, bukan buat tempat cari musuh.” Ajarkan mereka untuk langsung lapor ke kita atau orang tua kalau ada pesan yang bikin mereka takut atau tidak nyaman.

  1. Bikin Kesepakatan Kelas

Coba buat poster kecil di pojok kelas atau mading sekolah yang isinya janji bersama. Misalnya:

  • “Di SDN 016 Sagulung, jempol kami hanya untuk mengetik hal-hal baik.”
  • “Kami tidak akan menyebar foto teman tanpa izin.”

Dari saya Mendidik anak di zaman internet ini memang menantang, ya Bapak/Ibu? Tapi dengan kebersamaan kita di SDN 016 Sagulung, saya yakin kita bisa menciptakan lingkungan sekolah yang bebas perundungan, baik di dunia nyata maupun di layar HP.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait